Thursday, April 9, 2026

OJK Didorong Perkuat Sektor Jasa Keuangan Secara Komprehensif, Tak Hanya Fokus pada Pasar Modal

Jakarta KOMENTARNEWS – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan dapat memperkuat sektor jasa keuangan nasional secara menyeluruh, tidak hanya terpaku pada segmen tertentu seperti pasar modal. Pasalnya, OJK memiliki mandat yang jauh lebih luas dalam menjaga stabilitas sistem keuangan Indonesia.

Konsultan dan perencana keuangan, Elvi Diana, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu, menyoroti bahwa perhatian OJK belakangan ini lebih banyak tersedot pada dinamika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) demi menjaga stabilitas pasar modal. Meski penting, ia mengingatkan agar fokus tersebut tidak mengorbankan sektor-sektor lain yang tak kalah krusial.

“OJK pada hakikatnya memiliki mandat yang lebih luas. Mereka juga perlu memberikan perhatian besar terhadap sektor perbankan yang merupakan tulang punggung pembiayaan ekonomi nasional,” ujar Elvi.

Menurutnya, stabilitas kredit, kualitas pembiayaan, hingga penyaluran kredit produktif harus diawasi secara ketat. Hal ini penting untuk memastikan sektor perbankan benar-benar mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, bukan malah menjadi sumber kerentanan baru.

Tak hanya perbankan, sektor asuransi pun dinilai membutuhkan penguatan tata kelola dan perlindungan konsumen. Elvi menekankan peran krusial asuransi dalam menyiapkan mitigasi risiko bagi masyarakat dan dunia usaha. “Jika tata kelolanya lemah, dampaknya bisa sistemik,” tegasnya.

Lebih jauh, Elvi menyoroti pentingnya penguatan fungsi edukasi dan perlindungan konsumen. Menurutnya, pesatnya perkembangan industri jasa keuangan—termasuk digitalisasi layanan, teknologi finansial (tekfin), serta inovasi produk keuangan yang semakin kompleks—harus diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan masyarakat.

“Pertumbuhan sektor keuangan yang tinggi harus diimbangi dengan peningkatan literasi. Konsumen jangan hanya menjadi objek pasar, tetapi subjek yang memahami hak dan kewajibannya,” jelas dia.

Sebagai catatan, OJK baru saja melaporkan bahwa sektor jasa keuangan tumbuh sebesar 7,92 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal IV-2025. Capaian ini dinilai positif, namun Elvi mengingatkan bahwa pertumbuhan harus dibarengi dengan fondasi yang kokoh.

“OJK harus memperkuat pengawasan perbankan, kredit, asuransi, serta inovasi teknologi keuangan secara seimbang. Pendekatan pengawasan yang komprehensif akan memperkuat fondasi sistem keuangan nasional secara keseluruhan. Dengan begitu, stabilitas sistem keuangan nasional dapat terjaga secara berkelanjutan,” tutupnya.

(*)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita terkait

Microsoft Investasi Rp162 Triliun di Jepang untuk AI dan Pertahanan Siber, Latih 1 Juta Engineer

Tokyo, KomentarNews – Microsoft pada Jumat (3/4/2026) mengumumkan investasi sebesar 1,6...

Franklin Templeton Akuisisi 250 Digital, Bentuk Divisi Khusus Franklin Crypto

New York, Komentarnews – Manajer investasi global Franklin Templeton resmi...

HPE Konsentrat Tembaga Turun 4,35 Persen, Ikuti Koreksi Mineral di Pasar Global

Jakarta, KomentarNews – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan penurunan harga patokan...

Rupiah Menguat Tipis 15 Poin ke Rp16.987 per Dolar AS di Awal Perdagangan Selasa

Jakarta, KomentarNews – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat...

IHSG Dibuka Menguat 0,44 Persen ke 7.122,99, LQ45 Ikut Menguat ke 720,65

Jakarta, KomentarNews – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek...

Tag # Terpopuler

Iklan

DiJual : Rumah di mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi: wa: 0811439028 atau email: advertisement@komentar-news.com