Jakarta – Produsen baterai asal China, CATL, mengumumkan integrasi teknologi supercharging Shenxing pada jaringan stasiun tukar baterainya, yang memungkinkan pengisian daya kendaraan listrik hingga penuh dalam waktu sekitar enam menit. Langkah ini menjadi terobosan besar dalam ekosistem kendaraan listrik (EV) global.
Dilaporkan CarnewsChina pada Selasa (21/4/2026), CATL memperkenalkan konsep stasiun terpadu “Supercharging & Swap” yang menggabungkan pengisian cepat dan penukaran baterai dalam satu fasilitas. Dalam skema baru ini, seluruh stasiun tukar baterai Chocolate (untuk mobil penumpang) dan Qiji (untuk kendaraan niaga) akan dilengkapi pengisi daya Shenxing sebagai standar.
CATL menyebut sistem terintegrasi ini memiliki efisiensi energi lebih tinggi dibanding solusi pengisian cepat berbasis penyimpanan energi. Pada sistem tukar baterai, energi hanya mengalami satu kali konversi dari jaringan listrik ke baterai kendaraan, sehingga kehilangan daya lebih kecil. Sebaliknya, sistem pengisian dengan baterai penyimpanan memerlukan dua tahap konversi, yang meningkatkan potensi kehilangan energi.
CATL mengklaim solusi terbarunya dapat mengurangi kehilangan daya lebih dari 13 persen dibanding teknologi tersebut. Setiap 100 kWh energi dari jaringan listrik dapat menghasilkan tambahan sekitar 13 kWh energi yang benar-benar digunakan kendaraan, setara peningkatan jarak tempuh hingga 65 hingga 120 km tergantung efisiensi mobil.
Selain efisiensi, CATL memperkenalkan model bisnis baru bagi pengguna. Mulai paruh kedua 2026, pemilik kendaraan dapat menukar baterai saat tarif listrik tinggi dan memperoleh kompensasi dari operator stasiun, dengan potensi pendapatan hingga 40 yuan (sekitar Rp100 ribu) per hari.
Dari sisi teknologi, sistem ini didukung baterai terbaru Chocolate 26# berbasis arsitektur 800 volt dengan kapasitas awal 75 kWh, yang akan diperluas untuk berbagai segmen kendaraan. Konsep utama yang diusung adalah fleksibilitas penggunaan baterai: pengguna dapat memilih kapasitas sesuai kebutuhan perjalanan (harian hingga jarak jauh) tanpa harus menanggung biaya baterai besar secara permanen.
CATL menargetkan pembangunan 4.000 stasiun terintegrasi hingga akhir 2026 yang mencakup 190 kota serta jaringan jalan tol utama di China. Sejumlah produsen otomotif seperti Changan, Chery, GAC Group, SAIC-GM-Wuling, dan BAIC Group telah menjadi mitra awal dalam pengembangan ekosistem ini.
Analis energi dari BloombergNEF, Allen Tom Abraham, menilai bahwa inovasi CATL ini mengubah aturan main industri EV global. “Supercharging 6 menit plus sistem tukar baterai yang bisa menghasilkan uang untuk pengguna adalah kombinasi yang mematikan. Ini akan mempercepat adopsi EV secara massal, terutama di China, dan menekan produsen baterai lain untuk mengikuti jejak CATL,” ujar Allen.
(*CarnewsChina/ *ANT)


