Jakarta, KomentarNews – Mobil kompak BYD Sealion 05 varian plug-in hybrid DM-i yang telah diluncurkan di China menawarkan jarak tempuh listrik hingga 305 kilometer. Model kendaraan energi baru ini hadir dalam dua pilihan sistem penggerak: plug-in hybrid (PHEV) dan listrik murni (BEV).
Dilansir dari CarNewsChina, Senin (20/4/2026), kendaraan yang dipasarkan dengan harga mulai dari 97.900 yuan (sekitar Rp246 juta) ini berukuran panjang 4.620 mm, lebar 1.860 mm, dan tinggi 1.630 mm. Jika dibandingkan dengan Atto 3, mobil ini lebih panjang 165 mm.
Varian ini memiliki tampilan serupa dengan bagian depan tertutup, lampu tipis, gagang pintu semi-tersembunyi, serta pilar berwarna gelap. Suspensi DiSus-C dengan peredam adaptif dan sistem bantuan pengemudi DiPilot 100 menjadi standar. Opsi peningkatan ke sistem berbasis LiDAR DiPilot 300 tersedia, yang mendukung fitur Navigate On Autopilot (NOA) di jalanan perkotaan dan jalan raya.
Bagian dalam BYD Sealion 05 dilengkapi layar sentuh 12,8 inci sebagai standar, dengan opsi layar 15,6 inci pada varian lebih tinggi. Panel instrumen digital berukuran 8,8 inci ditempatkan di belakang kemudi. Tuas transmisi dipindahkan ke kolom setir untuk memberi ruang tambahan di konsol tengah, termasuk tombol fisik, tempat gelas, dan kulkas bawaan.
BYD Sealion 05 EV memiliki bagasi depan (frunk) berkapasitas 110 liter. Varian DM-i memiliki bagasi belakang 650 liter, sedangkan varian listrik murni 600 liter.
Varian DM-i menggunakan teknologi hibrida generasi kelima BYD yang menggabungkan mesin bensin 1.5 liter (74 kW) dengan motor listrik 120 kW. Pilihan baterai LFP 26,6 kWh dan 34,3 kWh memungkinkan jarak tempuh listrik 220 km hingga 305 km (CLTC). BYD mengklaim konsumsi bahan bakar 3,1 liter per 100 km dan jarak tempuh gabungan hingga 2.105 km.
Sealion 05 DM-i ditawarkan dalam lima varian dengan rentang harga hingga 127.900 yuan (sekitar Rp322 juta). Varian listrik murni tersedia dengan pilihan tenaga hingga 240 kW, jarak tempuh hingga 630 km, dan mendukung pengisian daya cepat.
Analis otomotif dari LMC Automotive, Alan Kang, menilai bahwa jarak tempuh listrik 305 km pada PHEV adalah terobosan. “Sebagian besar PHEV di pasaran hanya memiliki jarak listrik 50-100 km. Dengan 305 km, konsumen bisa menggunakan mobil ini sebagai EV murni untuk kebutuhan harian, tanpa khawatir kehabisan daya. Ini akan mengubah persepsi pasar terhadap PHEV,” ujar Alan.
(*CarNewsChina/ *ANT)

