Beijing, KomentarNews – Xiaomi mengumumkan telah mengirim sekitar 26.000 unit sedan listrik generasi terbaru SU7 series sejak model itu diluncurkan pada Maret, menandai langkah agresif perusahaan teknologi asal China tersebut di pasar kendaraan listrik yang kian sesak. Produsen ponsel dan elektronik pintar itu memanfaatkan ajang Beijing Auto Show untuk memamerkan versi terbaru SU7 sekaligus menggarisbawahi ambisinya menantang pemain mapan seperti Tesla dan BYD di segmen kendaraan listrik menengah-atas.
CEO Xiaomi, Lei Jun, mengatakan kepada media bahwa hingga 23 April perusahaan telah mengantongi sekitar 60.000 “locked orders” atau pesanan yang sudah dikonfirmasi untuk sedan SU7 generasi baru itu. “Kami telah mengirim 26.000 unit SU7 yang telah diperbarui, dan sejauh ini respons pasar sangat kuat,” ujar Lei Jun di sela-sela Beijing Auto Show, seraya menambahkan bahwa Xiaomi akan terus mempercepat produksi untuk memenuhi permintaan.
Model SU7 terbaru pertama kali diluncurkan pada 19 Maret dengan sejumlah peningkatan performa dan fitur dibanding generasi sebelumnya, termasuk jangkauan tempuh yang lebih jauh dan sistem bantuan berkendara yang disempurnakan. Harga SU7 versi baru dibuka mulai sekitar 219.900 yuan, membuatnya tetap kompetitif di tengah perang harga ketat di pasar kendaraan listrik China.
Xiaomi sebelumnya mengungkap bahwa pengiriman kendaraan listriknya pada Maret mencapai lebih dari 20.000 unit, dengan SU7 menyumbang lebih dari 7.000 unit sejak pengiriman generasi baru dimulai pada 23 Maret, menunjukkan pergeseran fokus dari bisnis ponsel dan ekosistem perangkat pintar ke sektor otomotif listrik. Data industri menunjukkan, meski total penjualan bulanannya masih di bawah pemain besar, pertumbuhan permintaan untuk SU7 generasi baru cukup signifikan setelah masa transisi model.
Perusahaan juga menyiapkan langkah lanjutan untuk memperluas lini produk. Lei Jun menyebut Xiaomi berencana meluncurkan seri YU7 GT, yang diposisikan sebagai model dengan karakter lebih sporty, pada akhir Mei tahun ini. Langkah itu diharapkan memperkuat portofolio kendaraan listrik Xiaomi di berbagai segmen, dari sedan performa tinggi hingga sport utility vehicle (SUV).
Masuknya Xiaomi ke bisnis kendaraan listrik menjadi bagian dari strategi diversifikasi jangka panjang perusahaan di tengah perlambatan pasar smartphone global. Dengan memanfaatkan basis pengguna yang besar dan integrasi erat antara mobil, ponsel, dan ekosistem perangkat pintar, Xiaomi berharap bisa membangun proposisi unik di pasar EV yang sangat kompetitif di China.
( Reuters)


