Manado, KOMENTAR-NEWS.COM – Langkah akhir menuju peresmian Museum Negeri Sulawesi Utara mulai dipacu. Pemerintah Provinsi Sulut menggelar rapat koordinasi penting yang berlangsung secara tertib di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara. Pertemuan ini digelar khusus untuk mematangkan seluruh rencana, teknis, dan penyiapan segala kebutuhan jelang diresmikannya salah satu ikon kebudayaan terbesar daerah ini.
Undangan rapat telah disampaikan secara resmi kepada Sekretaris Daerah, dengan ketentuan pakaian Batik Lengan Panjang bagi seluruh peserta, sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai budaya yang menjadi inti dari kegiatan ini. Selain itu, rapat ini juga mengundang seluruh pelaksana di lingkungan Dinas Kebudayaan Provinsi Sulut untuk hadir dan menyampaikan laporan persiapan teknis yang telah dilakukan hingga saat ini.
Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut, Tahlis Gallang. Dalam memimpin jalannya pertemuan, Sekprov didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi dan pimpinan perangkat daerah terkait, yang kehadirannya menjadi kunci kelancaran acara berskala besar ini.
Para pejabat yang hadir mendampingi antara lain: Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja.
Turut hadir pula dalam pertemuan strategis ini, Kepala Biro Umum, Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Nakestrans), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) atau Administrasi Pimpinan, serta Kepala Dinas Koperasi dan UMKM.
Agenda utama rapat ini adalah memastikan kesiapan total dari berbagai aspek: mulai dari penyempurnaan isi koleksi museum, tata letak pameran, keamanan, aksesibilitas, kesiapan sarana pendukung, hingga pengaturan lalu lintas dan kenyamanan tamu undangan saat hari peresmian nanti.
Sekprov dalam arahannya menegaskan, peresmian Museum Negeri Sulut bukan sekadar pembukaan gedung, melainkan momentum penting untuk menampilkan identitas, sejarah, dan kekayaan budaya Sulawesi Utara kepada masyarakat luas maupun tamu dari luar daerah. Oleh karena itu, sinergi antar-dinas dan instansi sangat dibutuhkan agar acara berjalan khidmat, lancar, dan meninggalkan kesan mendalam.
“Setiap dinas memiliki peran masing-masing. Mulai dari aspek kebudayaan yang menjadi isi utama, pariwisata yang akan mempromosikannya, perhubungan yang mengatur akses, hingga dukungan fasilitas dari dinas teknis lain. Semuanya harus berjalan selaras. Jangan ada satu hal pun yang terlewat persiapannya,” tegas Sekprov dalam rapat tersebut.
Kepala Dinas Kebudayaan selaku penanggung jawab utama proyek ini melaporkan bahwa secara umum persiapan sudah mencapai tahap akhir. Berbagai penyempurnaan masih dilakukan agar museum ini nantinya tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan destinasi unggulan yang hidup dan menarik bagi pengunjung segala usia.
Hasil rapat ini nantinya akan ditindaklanjuti dengan jadwal pemeriksaan terakhir ke lokasi museum, guna memastikan semua arahan yang diputuskan dalam ruang rapat ini telah terlaksana dengan baik sebelum hari peresmian ditetapkan dan diumumkan secara resmi ke publik.(rom)






