Jakarta, KomentarNews – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (23/2/2026) pagi dibuka dengan performa impresif, langsung melesat ke zona hijau dan menembus level psikologis baru. Berdasarkan data perdagangan, IHSD dibuka menguat signifikan sebesar 62,77 poin atau 0,76 persen ke posisi 8.334,54 .
Penguatan ini juga dirasakan oleh kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 yang turut melesat. Indeks LQ45 mencatatkan kenaikan 6,43 poin atau 0,77 persen ke level 841,71 .
Sentimen Positif Global dan Domestik
Kenaikan IHSG pada awal pekan ini didorong oleh sejumlah sentimen positif, baik dari dalam maupun luar negeri. Sentimen utama datang dari keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan kebijakan tarif Presiden Donald Trump. Langkah ini dinilai memberikan kepastian baru di tengah ketidakpastian global dan meredakan kekhawatiran investor .
Ekonom keuangan dan praktisi pasar modal Hans Kwee menilai kepastian hukum atas kebijakan perdagangan tersebut menjadi katalis positif bagi pasar global, termasuk Indonesia .
“Putusan Mahkamah Agung AS terkait kebijakan tarif Trump menjadi angin segar yang meredakan ketegangan perdagangan global. Ini berdampak positif pada aliran modal ke negara berkembang seperti Indonesia,” ujar Hans .
Aksi Beli Asing dan Stabilitas Rupiah
Dari dalam negeri, penguatan IHSG juga didorong oleh aksi beli investor asing pada saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip) serta stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di awal pekan .
Data Bursa Efek Indonesia mencatat, sepanjang pekan lalu investor asing membukukan transaksi beli bersih (net buy) hingga Rp2,02 triliun, dengan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi primadona yang paling banyak diborong .
Proyeksi dan Level Support Resistance
Para analis memproyeksikan IHSG berpotensi melanjutkan penguatannya, meskipun dengan kecenderungan konsolidasi. Berdasarkan analisis teknikal, IHSG memiliki area support di kisaran 8.170–8.200 dan area resistance pada rentang 8.390–8.400 .
Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, menyampaikan bahwa IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran level 8.250 hingga 8.380 pada pekan ini, dan berpeluang menguji level 8.400 jika mampu stabil di atas 8.350 .
Dengan berbagai sentimen positif yang menyelimuti, pasar modal Indonesia diharapkan dapat terus melanjutkan tren positif dan menjadi motor penggerak ekonomi nasional.
(ER)
