Jakarta, KomentarNews – Pemerintah Indonesia tengah menyusun rencana ambisius untuk membentuk Sovereign AI Fund atau dana kedaulatan kecerdasan buatan. Langkah ini diambil untuk mendorong ambisi teknologi nasional dan memperkuat posisi Indonesia di kancah global .
Berdasarkan dokumen pemerintah yang dilihat Reuters, inisiatif ini hadir seiring dengan persiapan peluncuran peta jalan AI nasional pertama yang bertujuan menarik investasi asing dan memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan global di bidang AI dan semikonduktor .
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa AI tidak hanya sekadar bagian dari infrastruktur, tetapi juga menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
“Di Indonesia, AI bukan hanya bagian dari infrastruktur, tetapi juga penggerak pertumbuhan ekonomi masa depan,” ujar Rosan saat menghadiri World Economic Forum di Davos, Swiss, pada Januari 2026 .
Rosan memaparkan bahwa kebutuhan investasi untuk infrastruktur AI, termasuk pusat data (data center), diperkirakan akan meningkat tajam dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini membuka peluang signifikan bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia .
Pemerintah menunjuk dua lembaga pengelola investasi utama untuk menggarap pendanaan di sektor AI:
Daya Anagata Nusantara (Danantara) – Lembaga pengelola investasi yang lebih besar, menerima aset negara senilai USD 20 miliar (sekitar Rp320 triliun) . Dipimpin langsung oleh Menteri Rosan Roeslani.
Indonesia Investment Authority (INA) – Sovereign wealth fund dengan aset USD 10 miliar (sekitar Rp160 triliun) yang fokus pada investasi langsung .
Chief Investment Officer INA, Christopher Ganis, mengungkapkan bahwa infrastruktur digital dan pusat data menjadi prioritas utama investasi INA ke depan.
“Pusat data, segala sesuatu yang mendukung infrastruktur digital dan kabel bawah laut, ini juga akan menjadi sektor yang menarik bagi kami,” ujar Ganis dalam wawancara di sela-sela SuperReturn Asia Conference di Singapura .
INA telah membuktikan komitmennya dengan berinvestasi di DayOne Data Centres senilai USD 2 miliar (sekitar Rp32 triliun). Investasi ini dipimpin oleh firma investasi AS, Coatue Management, dengan partisipasi investor dari AS, Eropa, dan Asia .
“Investasi ini mencerminkan keyakinan INA bahwa pusat data skala besar merupakan infrastruktur kritis yang mendukung adopsi cloud dan pengembangan AI,” tulis pernyataan resmi INA .
Menariknya, INA tidak ingin sekadar mengikuti tren. Christopher Ganis menegaskan bahwa meski AI menjadi prioritas, ia tidak ingin seperti “lemming yang ikut-ikutan kerumunan”.
“AI adalah sesuatu yang pasti saya minati, tapi saya tidak ingin menjadi lemming yang hanya ikut-ikutan. Mungkin pertama-tama kita akan melakukan aplikasi AI di bidang kesehatan,” ujarnya .
Langkah ini dinilai strategis mengingat kebutuhan Indonesia akan transformasi digital di sektor kesehatan yang sangat besar, terutama untuk layanan di daerah terpencil.
Salah satu proyek infrastruktur AI terbesar yang sedang berjalan adalah pembangunan CGK Campus di Greenland International Industrial Center (GIIC), Bekasi, Jawa Barat .
Proyek senilai USD 4,5 miliar (sekitar Rp72 triliun) ini akan memiliki kapasitas hingga 500 megawatt dan didanai melalui pembiayaan hijau (green financing) sebesar USD 665 juta .
“Pembiayaan ini menggarisbawahi kepemimpinan Digital Edge dalam infrastruktur digital berkelanjutan, memberdayakan bisnis dengan sistem AI berkinerja tinggi sambil mengurangi dampak lingkungan,” kata Jonathan Walbridge, Chief Financial Officer Digital Edge .
Fasilitas ini dirancang dengan efisiensi energi tinggi dan target Power Usage Effectiveness (PUE) sebesar 1,25, serta dilengkapi sistem daur ulang air dan integrasi energi terbarukan .
Menteri Rosan Roeslani mendorong skema pendanaan inovatif, termasuk blended finance (kombinasi pendanaan publik dan swasta), untuk memenuhi kebutuhan modal besar di sektor teknologi tinggi .
“Sejumlah lembaga keuangan internasional dan investor global melihat kombinasi pendanaan publik-swasta sebagai kunci untuk mempercepat pengembangan infrastruktur digital yang berkelanjutan,” ujar Rosan .
Pemerintah juga memperkuat dukungan kebijakan melalui reformasi perizinan, integrasi sistem OSS, serta insentif seperti tax allowance dan tax holiday untuk sektor teknologi dan inovasi strategis .
Sovereign AI Fund ini merupakan bagian dari Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional (National AI Roadmap) 2025-2029 yang dipimpin Kementerian Komunikasi dan Digital .
Peta jalan ini mengoperasionalkan Strategi Nasional AI (STRANAS KA) 2020-2045 untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045, dengan fokus pada tata kelola dan etika, pengembangan talenta, infrastruktur dan data, penelitian dan inovasi, investasi, serta prioritas penggunaan AI di sektor pangan, kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan administrasi publik .
(reuters/tmtpost/ina/jakartaglobe****/rri/antara)






