Friday, May 22, 2026

IHSG Anjlok 3,54% Imbas Kebijakan Ekspor SDA, Saham Grup Prajogo Pangestu Babak Belur, Investor Asing Lari

Jakarta, KomentarNews – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami tekanan berat pada perdagangan Kamis (21/5/2026). Indeks ditutup ambruk 223,56 poin atau 3,54 persen ke level 6.094,94 .

Koreksi ini terjadi di tengah mayoritas bursa Asia yang justru menguat. Investor merespons negatif kebijakan baru pemerintah yang mewajibkan ekspor komoditas sumber daya alam melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditunjuk sebagai eksportir tunggal .

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan penyebab anjloknya IHSG. Menurutnya, pelaku pasar masih diliputi ketidakpastian sehingga memilih melepas saham lebih dulu sambil menunggu kejelasan dampak kebijakan tersebut.

“Mungkin mereka belum tahu dampak sebenarnya seperti apa. Kan kalau ada ketidakpastian, biasanya takut jual dulu,” kata Purbaya di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026) .

Meski demikian, ia meyakini pasar akan berbalik positif setelah investor memahami tujuan dan dampak kebijakan tersebut secara lebih rinci.

“Tapi kalau mereka nanti mengerti dampak yang sebetulnya seperti apa, harganya akan naik,” ujarnya .

Tekanan terbesar berasal dari saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu. Saham-saham ini kompak mengalami tekanan tajam sepanjang perdagangan .

SahamKodePenurunan
Chandra Asri PacificTPIA-14,66%
Barito PacificBRPT-13,08%
PetroseaPTRO-12,25%
Barito Renewables EnergyBREN-11,47%
Petrindo Jaya KreasiCUAN-11,02%

Saham TPIA bahkan langsung menyentuh batas auto reject bawah (ARB) di area Rp2.270. Saham BREN dan BRPT juga nyaris menyentuh batas ARB .

Dari sisi sektoral, seluruh sektor berada di zona merah. Sektor utilitas menjadi yang paling dalam koreksinya:

SektorPenurunan
Utilitas-7,80%
Energi-6,87%
Bahan Baku-6,09%
Konsumer Nonprimer-3,22%
Keuangan-0,69%

 

Saham PT Astra International Tbk (ASII) menjadi penekan terbesar IHSG dengan kontribusi minus 14,96 poin, disusul PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar 14,26 poin, dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sebesar 11,52 poin .

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengumumkan bahwa ekspor komoditas seperti minyak kelapa sawit (CPO), batu bara, dan paduan besi (ferro alloy) wajib dilakukan melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), BUMN yang berada langsung di bawah Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara .

Fixed Income and Macro Strategist PT Mega Capital Indonesia Lionel Priyadi mengatakan sentimen utama pelemahan IHSG berasal dari rencana sentralisasi ekspor komoditas melalui BUMN ekspor.

“Sentimen utama pelemahan IHSG datang dari rencana sentralisasi ekspor komoditas oleh BUMN ekspor yang dianggap akan merugikan perusahaan maupun pemegang saham. Sentimen negatif datang dari investor domestik maupun asing,” ujar Lionel saat dihubungi di Jakarta, Kamis .

Meski pasar bereaksi negatif, pemerintah memiliki alasan kuat di balik kebijakan ini. Prabowo menyebut kebijakan ini bertujuan mengeliminasi praktik under-invoicing atau pelaporan nilai ekspor lebih rendah dari nilai sebenarnya.

Menurut Purbaya, selama ini sebagian keuntungan ekspor bisa mengalir ke perusahaan pemilik di luar negeri dan tidak sepenuhnya tercermin dalam laporan perusahaan terbuka di pasar modal.

“Sekarang bisa harusnya, terefleksi langsung di penjualan mereka yang murni. Jadi perusahaannya juga akan untung,” katanya .

Ia menilai kondisi tersebut justru berpotensi meningkatkan valuasi emiten dalam jangka panjang .

Pengamat pasar modal Elandry Pratama mengatakan pasar merespons negatif rencana badan ekspor komoditas karena muncul kekhawatiran adanya perluasan intervensi negara terhadap sektor tambang, khususnya batu bara yang sebelumnya sudah terbebani DMO.

Bagi investor, kata dia, masalah utamanya bukan sekadar badan baru, tetapi risiko bertambahnya kontrol terhadap harga, volume ekspor, hingga mekanisme penjualan.

“Ini yang membuat market langsung memberi discount terhadap saham batu bara,” papar Elandry .

Ia menyebut investor asing biasanya sangat sensitif terhadap ketidakpastian regulasi. “Sektor batu bara Indonesia selama ini menarik karena cash flow besar, dividen tinggi, dan mekanisme pasar yang relatif jelas. Oleh karena itu, ketika muncul potensi tambahan intervensi, risk premium otomatis naik dan valuasi bisa tertekan,” tukas Elandry .

(cnnindonesia/cnbcindonesia/republika/kompas/antara/rri)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Advertisementspot_img

Advertisement

DiJual : Rumah di mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi: wa: 0811439028 atau email: advertisement@komentar-news.com

More like this

BREAKING: Trump Teken Aturan Baru, Pemerintah AS Bakal Awasi...

Washington DC, Komentarnews - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan segera menandatangani sebuah Executive Order (EO) baru...

Prabowo Terbitkan PP Ekspor SDA, BUMN Jadi Eksportir Tunggal,...

Jakarta, Komentarnews - Presiden Prabowo Subianto resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber...

Prabowo Peringatkan Jajarannya di Depan DPR: Jangan Peres Pengusaha,...

Jakarta, KomentarNews - Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap iklim bisnis dan nasib perusahaan swasta di...

More

Recomended